-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Atasi Krisis Air, Babinsa Turun Tangan Bantu Warga Terdampak Kemarau

Jumat, 28 Agustus 2026 | Agustus 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-28T08:40:36Z


BONE BOLANGO - Dampak kemarau panjang mulai memicu krisis air bersih di berbagai wilayah Gorontalo. Merespons kesulitan tersebut, Bintara Pembina Desa (Babinsa) jajaran Kodim 1304/Gorontalo Sertu Luki Purnomo langsung turun tangan menyalurkan bantuan air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan.

Aksi tanggap darurat ini dipusatkan di Desa Dutohe, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (28/8/2026). Wilayah ini menjadi salah satu titik terparah yang mengalami kekeringan dalam beberapa pekan terakhir.

Babinsa Desa Dutohe, Sertu Luki Purnomo menegaskan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata kehadiran TNI di tengah kesulitan masyarakat.

"Kami melihat langsung warga mulai kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan pokok seperti memasak dan minum. Sesuai perintah pimpinan, kami langsung berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendatangkan armada mobil tangki air. Kami pastikan seluruh warga, terutama lansia, mendapatkan bagian secara merata," ujar Sertu Luki di lokasi pembagian.

Kehadiran personel Babinsa yang membawa bantuan air bersih ini langsung disambut antusias oleh warga setempat. Antrean dirigen dan ember tampak tertib karena dikawal langsung oleh aparat.

Salah satu warga Desa Dutohe menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan cepat ini.

"Sudah lama sumur kami kering, pak. Mau beli air isi ulang terus-menerus uangnya tidak cukup. Alhamdulillah, pak Babinsa langsung datang bawa mobil tangki. Bantuan ini sangat berarti untuk menyambung hidup kami beberapa hari ke depan," ungkapnya.

Pendistribusian air bersih dilakukan secara door-to-door rumah warga menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter. Babinsa bersama perangkat desa juga turut memanggul jerigen air milik warga yang sudah lanjut usia guna memastikan bantuan tepat sasaran.

Kegiatan ini direncanakan akan terus dilakukan secara berkala di beberapa titik rawan krisis air lainnya selama musim kemarau belum berakhir.
×
Berita Terbaru Update