BONE BOLANGO – Mengantisipasi penumpukan sampah dan pendangkalan lingkungan di tengah musim kemarau, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1304-04/Tapa Kopda Agung menunjukkan aksi nyata kepedulian lingkungan. Tanpa ragu dan tak takut kotor, Babinsa bersama puluhan warga kompak terjun langsung ke dalam parit untuk membersihkan saluran air utama di Desa Bunuo, Kecamatan Bulango Utara, pada Sabtu (29/8/2026).
Aksi gotong royong ini sengaja dilakukan justru pada saat musim kemarau. Ketika debit air menyusut, endapan lumpur, sampah plastik, dan rumput liar yang menyumbat aliran air menjadi lebih mudah dibersihkan secara total sebelum musim penghujan tiba.
Babinsa Kopda Agung yang memimpin langsung jalannya pembersihan menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah mitigasi dini sekaligus sarana mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
"Musim kemarau adalah waktu yang paling tepat untuk menguras dan mengangkat sedimen lumpur yang mengendap. Kalau kita tunggu musim hujan, genangan air sudah tinggi dan justru memicu banjir akibat sumbatan ini. Kami sengaja 'nyebur bareng' warga agar pengerjaannya lebih cepat selesai dan menumbuhkan kembali semangat gotong royong yang mulai pudar," ujar Kopda Agung di sela-sela kegiatannya membersihkan parit.
Aksi sigap personel Babinsa ini mendapat apresiasi tinggi dan respons positif dari masyarakat setempat. Warga merasa termotivasi melihat aparat TNI tidak segan untuk turun langsung berlumuran lumpur demi kenyamanan lingkungan mereka.
Bapak Rahman (45), selaku warga Desa Bunuo mengungkapkan rasa terima kasihnya atas inisiatif dan pendampingan yang diberikan oleh Babinsa.
"Kami sangat berterima kasih kepada Pak Babinsa. Kehadiran beliau membakar semangat warga yang tadinya malas bergerak. Dengan saluran air yang bersih seperti ini, lingkungan kami jadi lebih sehat, bebas bau menyengat selama kemarau, dan insya Allah kami siap menghadapi musim penghujan nanti tanpa rasa cemas akan banjir," kata Rahman dengan antusias.
Pelaksanaan pembersihan difokuskan pada saluran air sepanjang 300 meter yang melintasi area pemukiman padat penduduk. Berbekal cangkul, sekop, dan karung, kolaborasi TNI dan warga berhasil mengangkut puluhan karung sampah dan material lumpur untuk kemudian dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menggunakan kendaraan dinas.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini berjalan dengan lancar dan penuh kebersamaan, membuktikan bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat tetap menjadi modal utama dalam pembangunan dan kebersihan lingkungan.
