TIBAWA, Tahuda.com - Memasuki malam ke-25 Ramadan 1447 Hijriah atau Sabtu, 14 Maret 2026, jamaah Masjid Al-Istiqlal Dusun Polia, Desa Botumoputi, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo melaksanakan amalan i’tikaf di dalam masjid. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Takmirul Masjid, Mohammad Isnain Umar, bersama para jamaah lainnya.
I’tikaf merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Dalam pelaksanaannya, para jamaah mengisi waktu dengan berbagai ibadah seperti salat sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memperbanyak doa dan munajat kepada Allah Subhanahu wata’ala.
Amalan i’tikaf memiliki keutamaan yang besar sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah ibn Abbas. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa beliau pernah beri’tikaf di masjid Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian didatangi seseorang yang tampak gelisah karena memiliki utang yang belum mampu dilunasi.
Ibnu Abbas kemudian menawarkan diri untuk membantu menyelesaikan masalah orang tersebut. Ketika hendak keluar dari masjid, orang itu mengingatkan bahwa beliau sedang beri’tikaf. Ibnu Abbas menjawab bahwa ia tidak lupa, namun ia pernah mendengar sabda Nabi tentang besarnya pahala membantu kebutuhan sesama muslim.
Dalam riwayat tersebut dijelaskan bahwa siapa saja yang berjalan untuk menunaikan kebutuhan saudaranya dengan sungguh-sungguh, maka hal itu lebih baik baginya daripada i’tikaf selama sepuluh tahun. Hadis ini diriwayatkan oleh para ulama seperti Thabrani dan Baihaqi dalam kitab-kitab keutamaan amal.
Selain itu, dalam riwayat para ulama disebutkan bahwa siapa saja yang beri’tikaf selama sepuluh hari di bulan Ramadan akan memperoleh pahala yang besar, bahkan disebutkan setara dengan pahala dua kali ibadah haji dan dua kali ibadah umrah. Keutamaan ini menunjukkan betapa besar nilai i’tikaf dalam mendekatkan diri kepada Allah.
Para ulama juga menjelaskan bahwa i’tikaf menjadi sarana untuk menenangkan hati, memperbanyak ibadah, serta menjauhkan diri dari kesibukan duniawi. Di dalam masjid, seorang muslim dapat lebih fokus dalam membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memohon ampunan kepada Allah.
Pelaksanaan i’tikaf di Masjid Al-Istiqlal Desa Botumoputi diharapkan menjadi momentum bagi jamaah untuk memaksimalkan ibadah pada malam-malam terakhir Ramadan, sekaligus memperkuat keimanan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
