Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ketua Komite SDN 12 Tibawa Apresiasi Pengabdian Asniaty Masionu

Sabtu, 14 Februari 2026 | Februari 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-14T12:33:41Z

TIBAWA - Suasana haru menyelimuti halaman SDN 12 Tibawa saat Ketua Komite Sekolah, Abdulrahman Abdul, S.AP, menyampaikan sambutan dalam acara perpisahan purna tugas Kepala Sekolah, Ibu Asniaty Masionu, S.Pd., Sabtu (14/02). Dalam pidatonya, Abdulrahman memberikan apresiasi mendalam atas pengabdian enam tahun sang kepala sekolah yang akan resmi pensiun pada 1 Maret mendatang.

"Tujuan utama kita berkumpul hari ini adalah untuk bersilaturahmi melalui halal bihalal sekaligus ramah tamah melepas Ibu Kepala Sekolah. Kami berdoa agar segala dedikasi dan pengabdian beliau selama ini dicatat sebagai amal jariyah yang tak terputus di kemudian hari," ujar Abdulrahman di hadapan tamu undangan.

Sebagai representasi orang tua siswa, Abdulrahman juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu terselenggaranya acara ini, sembari memohon maaf atas keterbatasan fasilitas yang ada.

"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada orang tua siswa dan jajaran dewan guru yang telah bekerja keras mempersiapkan ini. Kami memohon maaf jika ada kekurangan dalam pelayanan, termasuk kondisi lokasi yang mungkin terasa panas bagi bapak dan ibu sekalian," tambahnya.

Merefleksikan enam tahun kepemimpinan Ibu Asniaty, Abdulrahman mengakui bahwa perjalanan tersebut penuh dengan dinamika. Namun, ketabahan sang kepala sekolah menjadi pelajaran berharga bagi komite dalam membangun sekolah.

"Enam tahun beliau memimpin di sini, melewati suka dan duka dengan sabar. Bahkan meski ada sedikit 'riak-riak' tantangan beberapa hari menjelang pensiun, beliau menghadapinya dengan penuh ketabahan. Secara pribadi, saya merasa sangat kehilangan karena dari beliaulah saya belajar bagaimana meningkatkan kesabaran dalam membangun sekolah ini," ungkapnya dengan nada emosional.

Menutup sambutannya, Ketua Komite menegaskan bahwa bagi keluarga besar SDN 12 Tibawa, Ibu Asniaty bukan sekadar pimpinan administratif, melainkan sosok orang tua dan penunjuk arah yang akan selalu dikenang teladannya.

"Bagi anak-anak dan kami orang tua, Ibu bukan sekadar pemimpin, melainkan kompas yang mengarahkan kami menuju kebaikan. Masa pensiun bukanlah akhir, melainkan awal waktu luang untuk menikmati hasil kerja keras puluhan tahun bersama keluarga. Tugas formal boleh usai, tapi warisan ilmu dan teladan Ibu akan selalu hidup di hati kami."

Sebagai bentuk penghormatan terakhir yang menyentuh hati, Abdulrahman menutup pidatonya dengan untaian pantun yang menggambarkan beratnya perpisahan dan besarnya jasa sang guru:

Pucuk pauh delima batu,

Anak sembilang di telapak tangan,

Biar jauh di negeri satu,

Hilang di mata di hati jangan.

Terbang rendah si burung nuri,

Hinggap sebentar di pohon jati,

Terima kasih pemimpin yang baik hati,

Jasamu abadi di sekolah ini.


×
Berita Terbaru Update