TIBAWA – Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Tibawa, Ibu Vonim Mansur Yasin, S.Pd., memberikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi Ibu Asniaty Masionu, S.Pd., dalam acara perpisahan purna tugas yang digelar di halaman SDN 12 Tibawa, Sabtu (14/02). Dalam sambutan yang penuh emosional, Ibu Vonim menyebut sang kepala sekolah sebagai sosok mentor bagi banyak pemimpin pendidikan di wilayah tersebut.
Ibu Vonim mengungkapkan bahwa dirinya, bersama sejumlah pengawas dan kepala sekolah lainnya, merupakan "produk" bimbingan atau anak asuh dari Ibu Asniaty saat beliau masih bertugas di SDN 1 Tibawa dahulu.
"Kami merasa kehilangan yang sangat besar. Bagi kami, Ibu Asni bukan sekadar rekan kerja, tetapi satu-satunya yang sudah kami anggap sebagai orang tua sendiri. Beliau adalah penengah yang bijaksana setiap kali ada persoalan yang kami hadapi," ungkap Ibu Vonim dengan nada haru.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Korwil juga merinci rekam jejak pengabdian Ibu Asniaty yang luar biasa, yakni selama 40 tahun menjadi abdi negara. Dari total masa bakti tersebut, 31 tahun dihabiskan di Kecamatan Tibawa, dengan 6 tahun terakhir didedikasikan sepenuhnya untuk memimpin SDN 12 Tibawa.
Terkait pelaksanaan acara yang digelar secara terbuka (outdoor), Ibu Vonim memuji inisiatif dan keikhlasan para orang tua siswa serta dewan guru dalam mempersiapkan panggung hingga jamuan. Ia menekankan pentingnya transparansi dan kerelaan hati agar kegiatan ini membawa berkah.
"Saya sengaja bertanya langsung kepada orang tua siswa mengenai keikhlasan persiapan ini. Insyaallah, semuanya ikhlas agar setelah kegiatan ini tidak ada lagi keluhan di media sosial. Semoga keikhlasan ini menjadi pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT," tegasnya.
Ibu Vonim juga berpesan agar Ibu Asniaty tetap membuka pintu hati dan pikiran bagi kemajuan pendidikan di Tibawa, meski secara administratif telah purna tugas. Ia berharap sumbangsih saran dan pemikiran tetap mengalir dari sosok yang akrab disapa "Neene (Nenek)" tersebut.
Menjelang akhir sambutannya, dengan menggunakan ungkapan bahasa daerah Gorontalo, Ibu Korwil mengajak seluruh keluarga besar SDN 12 Tibawa dan orang tua siswa untuk saling mengikhlaskan dan memaafkan segala kesalahan.
"Jangan menutup diri, jangan menutup pintu rumah, apalagi menutup pintu hati. Kami tetap mengharapkan saran membangun. Terkait cenderamata yang diberikan, mohon jangan dilihat dari nilainya, melainkan lihatlah sebagai ungkapan rasa agar ikatan emosional kita tetap terjaga selamanya," pungkas Ibu Vonim.
Acara yang berlangsung di bawah tenda halaman sekolah tersebut ditutup dengan doa bersama untuk kesehatan dan kebahagiaan Ibu Asniaty Masionu dalam menjalani masa purnabakti.