-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Respons Cepat TNI Antisipasi Perluasan Dampak Karhutla di Wilayah Rawan

Senin, 31 Agustus 2026 | Agustus 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-31T03:48:49Z


BONE BOLANGO – Personel Tentara TNI bergerak cepat mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghanguskan sekitar 10 hektare lahan milik warga di kawasan Pegunungan Bulabo, Desa Tulabolo Barat, Kecamatan Suwawa tengah, pada Minggu (30/8/2026). Langkah taktis ini dilakukan guna memastikan kobaran api tidak meluas serta meminimalisir dampak kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas serta kesehatan masyarakat.

Kebakaran yang melanda lahan kering tersebut sempat memicu kekhawatiran besar di kalangan warga setempat. Namun, sinergi solid di lapangan antara TNI, tim BPBD Kabupaten Bone Bolango, dan instansi terkait berhasil mengendalikan situasi secara cepat dan terukur.

Komandan Koramil (Danramil) 06/Suwawa Tengah Kodim 1304/Gorontalo Kapten Inf Nendra Purwanto, S.H menegaskan bahwa kecepatan bertindak menjadi kunci utama dalam penanganan karhutla kali ini. Begitu menerima laporan dari warga, personel Babinsa langsung diterjunkan ke lokasi untuk memetakan situasi dan melakukan penanganan awal.

"Fokus utama kami sejak awal adalah melokalisir titik api agar tidak meluas ke area perkebunan lain maupun pemukiman warga. Mengingat kondisi cuaca yang cukup terik dan angin kencang, potensi perluasan sangat besar. Kami bersama seluruh unsur terkait akan tetap bersiaga di lokasi hingga memastikan seluruh sisa bara api benar-benar padam," ujar Danramil dalam keterangannya di lokasi kejadian.

Di lokasi pelaksanaan, medan yang cukup menantang dan vegetasi yang kering sempat menyulitkan proses pemadaman. Kendati demikian, armada dan personel BPBD Kabupaten Bone Bolango yang tiba di lokasi langsung melakukan penyerangan api dari beberapa titik strategis.

Petugas BPBD membagi tim menjadi beberapa sektor untuk mengisolasi jalur penjalaran api. Penggunaan mesin pompa air portabel dan pembuatan sekat bakar (firebreak) dilakukan secara intensif oleh tim gabungan bersama masyarakat guna memutus suplai material yang mudah terbakar.

Langkah cepat dan terintegrasi ini mendapat apresiasi mendalam dari warga pemilik lahan dan masyarakat sekitar. Mereka merasa tenang melihat kesigapan petugas yang langsung terjun ke titik api tanpa menunda waktu.

"Kami sangat berterima kasih atas respons super cepat dari bapak-bapak TNI - Polri dan tim BPBD. Lahan yang terbakar ini cukup luas dan dekat dengan area produktif kami. Kalau tidak segera ditangani secara bersama-sama, kami khawatir api bisa tambah meluas sampai ke pemukiman," ungkap salah seorang perwakilan warga di lokasi.
×
Berita Terbaru Update