Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kodim 1314/Gorontalo Utara Gelar Binkom, Perkuat Peran Masyarakat Cegah Konflik Sosial

Rabu, 01 April 2026 | April 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-01T07:49:34Z



GORONTALO UTARA, Tahuda.com - Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, pendekatan humanis dan penguatan kearifan lokal menjadi strategi krusial dalam menjaga kondusivitas daerah. Hal ini menjadi bahasan utama dalam kegiatan Pembinaan Komunikasi (Binkom) Cegah Konflik Sosial yang digelar di Makodim 1314/Gorontalo Utara, Selasa (31/03/2026).



Ketua Tim Binkom Sintelad, Letkol Arm Dwi Sutariyo, S.E., M.Han., menekankan bahwa gesekan dalam interaksi sosial adalah hal yang lumrah, namun cara menyikapinya menjadi penentu stabilitas wilayah. Ia mengajak masyarakat untuk selalu mengedepankan "kepala dingin" dalam mencari solusi.


"Bangsa kita memiliki jati diri musyawarah. Selesaikan masalah dengan cara-cara bijak, bukan kekerasan," ujar Letkol Dwi. Ia juga mengingatkan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar atau faktor ekonomi (masalah perut) adalah kunci; jika kesejahteraan masyarakat terjaga, bibit konflik akan lebih mudah diredam sejak dini.


Senada dengan hal tersebut, Kanit Tipikor Polres Gorut, Ipda Hedi Papendang, S.Pd., MH, menyoroti pentingnya mengimplementasikan filosofi "Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah" dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, hukum harus hadir sebagai pelindung, terutama bagi perempuan dan anak-anak yang kini tengah menghadapi tantangan serius krisis kekerasan seksual di wilayah tersebut.


Ipda Hedi juga menekankan bahwa kebudayaan adalah benteng pertahanan sosial yang paling kuat. Ia mengajak warga untuk bangga terhadap identitas dan bahasa daerah. "Saya meskipun bukan orang asli Gorontalo, belajar bahasa Suwawa, Mongondow, hingga dialek lokal. Kita harus melestarikan budaya sebagai wujud cinta tanah air," ungkapnya di hadapan peserta.


Perspektif menarik disampaikan oleh Ismail Pakaya, S.E. dari Kesbangpol Gorut. Ia mengungkapkan bahwa konflik besar sering kali berakar dari lingkup terkecil, yakni rumah tangga. Tren kenaikan kasus perceraian pasca-pandemi yang dipicu faktor ekonomi dinilai dapat memicu gangguan emosional kolektif, seperti kecemasan dan kemarahan, yang berpotensi merembet ke ruang publik jika tidak dikelola dengan baik.


Sementara itu, Pasi Intel Kodim 1314/Gorut, Kapten Inf Hidayat Nurcahyo, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membangun sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat. Dengan pemahaman nilai-nilai Bela Negara, masyarakat diharapkan memiliki ketangguhan karakter agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak luar.


Kegiatan yang dipandu oleh moderator Fani Sumanta ini diharapkan memberikan dampak nyata. Pesan perdamaian yang dibahas tidak hanya berhenti di aula pertemuan, tetapi dapat "dibumikan" oleh para peserta di lingkungan keluarga dan komunitas demi mewujudkan Gorontalo Utara yang aman dan sejahtera.



×
Berita Terbaru Update