Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menengok Rutinitas Markaz Al-Bayan Datahu: Tempat Iman Ditempa, Umat Dipikirkan

Jumat, 27 Maret 2026 | Maret 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-26T23:14:42Z

GORONTALO - Masjid Al-Bayan di desa Datahu Kabupaten Gorontalo bukan sekadar tempat ibadah biasa. Bagi para ahbab (pekerja dakwah), masjid ini adalah jantung kegiatan dakwah dan tabligh sebuah tempat untuk berkumpul dan menjaga istiqomah dalam mengamalkan agama di tengah hiruk-pikuk dunia.


Suasana di Markaz Al-Bayan tampak sangat hidup setiap pekannya, terutama pada malam Rabu dan malam Jumat. Para ahbab dari berbagai halaqah di Kabupaten Gorontalo rela meninggalkan kesibukan rutin demi satu tujuan: menghidupkan usaha dakwah di jalan Allah.


Musyawarah dan Pergerakan Umat

Pada malam Rabu, kegiatan difokuskan pada Musyawarah Halaqah. Di forum ini, ego pribadi dikesampingkan untuk memikirkan keadaan umat. Para ahbab merancang strategi dakwah, termasuk mengatur pengiriman jamaah khuruj fii sabilillah ke berbagai penjuru, mulai dari pelosok negeri hingga mancanegara.


Malam Jumat: Puncak Tarbiyah dan Itikaf

Rangkaian kegiatan malam Jumat dimulai sejak Kamis sore. Sebelum dan sesudah Magrib, suasana masjid dipenuhi dengan penyampaian bayan (ceramah) yang menekankan pentingnya iman dan penerapan syariat dalam seluruh aspek kehidupan.


Setelah salat Isya, kegiatan berlanjut dengan pembacaan kitab Hayatush Shahabah oleh seorang alim. Momen ini menjadi sarana untuk meneladani perjuangan Nabi dan para sahabatnyai. Kegiatan kemudian disambung dengan makan bersama yang penuh kehangatan, musyawarah halaqah, dan diakhiri dengan iktikaf.


Pesan dari Garis Depan: Dakwah Milik Semua Profesi

Menjelang fajar, semangat ibadah tidak luntur hingga tiba saatnya bayan Subuh. Kali ini, pesan-pesan agama disampaikan oleh Komandan Ibrahim, seorang anggota Polair yang aktif dalam usaha dakwah.


Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa kunci kemudahan hidup terletak pada kesungguhan dalam beragama.


"Waktu kehidupan terus berjalan tanpa henti. Sisa umur yang ada hendaknya kita manfaatkan untuk amal akhirat, bukan semata-mata tenggelam dalam kesibukan dunia," tegasnya.


Beliau juga mengingatkan pentingnya disiplin dalam mengikuti jadwal amal yang telah ditetapkan, mulai dari musyawarah, jaulah (silaturahmi dakwah), hingga menghidupkan taklim di rumah dan masjid masing-masing.


Membawa Semangat ke Lingkungan Sekitar

Sebagai pamungkas, kegiatan ditutup dengan musyawarah pagi. Fokusnya adalah membahas kelanjutan Amal Maqami (dakwah di tempat tinggal l) di wilayah masing-masing. Harapannya, api semangat yang didapat dari Markaz tetap menyala dan mampu mewarnai lingkungan tempat tinggal para ahbab setelah mereka kembali ke rumah.

×
Berita Terbaru Update