BOTUMOPUTI, Tahuda.com - Suasana religius menyelimuti perayaan Lebaran Ketupat di Masjid Al-Istiqlal, Dusun Polia, Desa Botumoputi, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Momentum Syawal ini dirangkaikan dengan prosesi khatam Al-Qur’an yang dilaksanakan pada Sabtu (28/03/2026) atau bertepatan dengan 8 Syawal 1447 H.
Sejak pagi hari, sejumlah jamaah telah berkumpul di masjid, terutama ibu-ibu pengajian yang konsisten melaksanakan tadarus selama bulan suci Ramadan. Momen khataman ini pun menjadi puncak rangkaian kegiatan tadarus tersebut.
Sebagaimana tradisi di Gorontalo, Lebaran Ketupat digelar sepekan pasca Idulfitri sebagai penanda selesainya puasa sunnah Syawal selama enam hari. Tradisi ini identik dengan sajian ketupat yang menjadi simbol kebersamaan dan perekat silaturahmi antarwarga.
| Dari kiri ke Kanan : H. Hendrik Hulopi, Kepala Desa Botumoputi Suwandris Kango, Mantan Kades Botumoputi Sartono Rahim, Ketua Takmirul Mohammad Isnain Umar |
Prosesi khataman dipimpin langsung oleh Hj. Hendrik Hulopi dan turut dihadiri oleh Kepala Desa Botumoputi, Suwandris Kango, Ketua TP-PKK Desa, Faiza Kango Tino, kepala dusun, serta tokoh masyarakat setempat.
Ketua Takmir Masjid Al-Istiqlal, Mohammad Isnain Umar, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaga semangat mencintai Al-Qur’an yang telah dipupuk selama Ramadan.
“Khataman ini bukan sekadar penutup agenda tadarus, melainkan pengingat agar kebiasaan membaca Al-Qur’an tetap lestari dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, ini adalah sarana mempererat ukhuwah islamiyah antarjamaah,” tutur Isnain.
Acara diakhiri dengan doa bersama yang berlangsung khidmat. Sebagai penutup, seluruh jamaah menikmati jamuan ketupat dan aneka hidangan khas yang dibawa secara sukarela dari rumah masing-masing untuk disantap bersama.
Momentum ini menjadi bukti nyata harmonisasi antara nilai keagamaan dan kearifan lokal, yang memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat Dusun Polia.