GORUT, Tahuda.com - Mengatasi ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak bisa dilakukan sendirian. Semangat kolaborasi ini ditunjukkan oleh Pemerintah Kecamatan Anggrek, unsur Forkopimcam, Dinas Kesehatan, hingga TNI-Polri dalam aksi kerja bakti Mopoberesi Kambungu di Desa Tolango, Selasa (31/3/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pagi pukul 08.00 WITA ini menghadirkan kekuatan penuh. Selain jajaran kecamatan, hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara, Puskesmas Ilangata, personel Polsek Anggrek, Lanal Kwandang, serta Babinsa Koramil Kwandang. Bahkan, Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, Lukum Diko, turun langsung meninjau lokasi bersama Kepala Desa Tolango, Rasdi Hulopi.
Camat Anggrek, Jusuf Abdullah Hasan, menyatakan bahwa kehadiran seluruh elemen ini adalah bentuk keseriusan dalam memutus mata rantai penyakit berbasis lingkungan.
“Pelaksanaan gerakan kerja bakti dalam minggu ini bertujuan membersihkan timbunan sampah yang ada di lokasi rawan. Fokus utama adalah normalisasi sungai sepanjang 200 meter,” ujar Jusuf Abdullah Hasan.
Jusuf menekankan bahwa kolaborasi ini sangat krusial mengingat kondisi beberapa infrastruktur air yang sudah sangat memprihatinkan akibat sampah.
“Aliran sungai tersebut saat ini tersumbat oleh limbah pembuangan warga, sehingga perlu segera ditangani agar tidak menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk penyebab Demam Berdarah,” lanjut Camat Anggrek tersebut menjelaskan.
Dalam aksi gabungan tersebut, petugas menyisir area pemukiman untuk memberikan contoh langsung kepada masyarakat dalam mengelola barang bekas yang berpotensi menjadi sarang jentik.
“Upaya preventif ini diharapkan mampu memutus mata rantai perkembangbiakan jentik nyamuk melalui pengawasan lingkungan secara berkelanjutan oleh seluruh elemen masyarakat,” kata Jusuf terkait misi besar kegiatan tersebut.
Selain pembersihan fisik, edukasi pola hidup bersih juga dilakukan secara intensif oleh tim kesehatan di lapangan guna memotivasi kesadaran kolektif warga.
“Poin penting dari kegiatan hari ini adalah untuk memotivasi warga agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan masing-masing, sebagaimana yang digagas oleh Dinas Kesehatan dan didukung puskesmas serta Forkopimcam,” jelasnya.
Sinergi kuat ini diharapkan tidak hanya bersifat sementara, melainkan menjadi benteng pertahanan wilayah Anggrek dari penularan penyakit ke desa-desa sekitar.
“Hal ini bertujuan agar kita lebih waspada sehingga penyebaran nyamuk tidak meluas ke desa tetangga atau wilayah lainnya,” tutup Jusuf mengakhiri pernyataannya di sela aksi tersebut.
