Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kasdam XIII/Merdeka Pimpin Apel Riksiapops dan Pelepasan Satgas Pamtas Mobile Yonif 713/ST ke Papua

Selasa, 31 Maret 2026 | Maret 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-31T03:16:10Z


GORONTALO - Kepala Staf Kodam (Kasdam) XIII/Merdeka Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto, S.E., M.Si., memimpin Apel Gelar Pemeriksaan Kesiapan Operasi (Riksiapops) sekaligus melepas secara resmi personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Mobile Yonif 713/Satya Tama di Markas Yonif 713/ST, Gorontalo, Senin (30/3/2026).


Kehadiran Kasdam XIII/Merdeka ini bertujuan untuk memastikan kesiapan akhir personel maupun materiel sebelum diberangkatkan ke wilayah rawan di Papua. Dalam amanat KASAD yang dibacakannya, Kasdam menyampaikan kegiatan Riksiap Ops yang kita laksanakan hari ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan penilaian objektif terhadap kesiapan satuan dalam melaksanakan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) berupa pengamanan perbatasan RI-PNG secara mobile di Provinsi Papua.


"Kalian harus memahami bahwa situasi keamanan di Papua relatif dinamis dan kompleks, khususnya dengan masih adanya gangguan dari kelompok separatis bersenjata dan berbagai potensi kerawanan lainnya," terangnya.


Oleh karena itu, perlu saya tegaskan tidak ada ruang untuk kesalahan, tidak ada toleransi terhadap kelalaian, setiap prajurit harus benar-benar siap, baik secara fisik, mental, maupun profesionalitasnya. Berikut adalah beberapa penekanan yang harus menjadi perhatian kalian:


  • Kesiapan personel adalah harga mati. Tidak boleh ada prajurit yang setengah siap. Pastikan kesehatan, ketahanan fisik, dan mental tempur dalam kondisi terbaik.
  • Periksa kesiapan materiel dan alat perlengkapan secara detail. Ingat, kelalaian kecil di pangkalan bisa berakibat fatal di daerah penugasan.
  • Pahami tugas dalam kerangka OMSP. Kalian tidak hanya menghadapi masalah keamanan, tetapi kehadiran kalian juga harus menjadi bagian dari solusi terhadap kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat. Laksanakan tugas dengan tegas terhadap gangguan keamanan, namun tetap humanis kepada rakyat.
  • Disiplin dan kepatuhan adalah kunci. Pegang teguh aturan pelibatan. Setiap tindakan harus terukur, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan.
  • Bangun kepercayaan masyarakat. Keberhasilan tugas tidak hanya diukur dari aspek tempur, tetapi juga dari kemampuan merebut hati rakyat.


"Kepada para unsur komandan, laksanakan fungsi pengendalian dan pengawasan secara melekat. Kenali setiap prajurit, pahami kondisi mereka, dan pastikan tidak ada yang terlepas dari kontrol," tegasnya.


Para Prajurit Satya Tama yang saya banggakan, Kalian adalah para prajurit pilihan. Kepercayaan negara ini adalah kehormatan, sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijawab dengan prestasi.


"Saya tidak ingin mendengar ada pelanggaran. Saya tidak ingin melihat ada prajurit yang tidak siap. Yang saya inginkan adalah keberhasilan tugas, kehormatan satuan, dan kalian kembali dalam keadaan lengkap. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan kepada kita semua agar dapat melaksanakan tugas negara dengan sebaik-baiknya," tandasnya.

×
Berita Terbaru Update