Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Keutamaan dan Keberkahan Makan Sahur

Kamis, 26 Februari 2026 | Februari 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-25T21:51:05Z

Puasa merupakan ibadah yang mulia yang tidak hanya melatih kesabaran dan kontrol diri, tetapi juga penuh dengan keberkahan di setiap tahapnya. Salah satu bagian penting dalam ibadah puasa yang banyak diperhatikan oleh para ulama dan kaum muslimin adalah makan sahur, yang memiliki keutamaan yang telah dijelaskan secara rinci dalam berbagai hadits nabi.


عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ, قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَخِرِينَ ، (رواه الطبراني في الاوسط وابن حبان في صحيحه كلا في الترغيب)

Dari Sayyidina Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhuma, Baginda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya Allah Subhaanahu wata'ala menurunkan rahmat dan para malaikat-Nya mendoakan rahmat untuk orang-orang yang makan sahur." (H.R. Thabarani, Ibnu Hibban, dari Kitab At-Targhib)

Faidah Makan Sahur

Betapa besar nikmat dan karunia Allah Subhaanahu wata'ala. Dengan keberkahan puasa, makanan sahur juga berpahala. Banyak hadits menjelaskan keutamaannya, bahkan Allamah 'Aini meriwayatkan dari 17 sahabat.


Semua ulama sepakat bahwa sahur adalah sunnah. Namun banyak orang kehilangan pahalanya karena kemalasan. Beberapa makan setelah Tarawih lalu tidur, padahal sahur secara bahasa berarti makan menjelang fajar.


Menurut Syaikh Az-Zamakhsyari, malam terbagi enam bagian, seperenam terakhir adalah waktu sahur. Jika malam 12 jam, dua jam terakhir adalah waktunya. Makan di akhir waktu lebih utama, asal tidak sampai ragu berpuasa.


Baginda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Perbedaan puasa kita dengan Ahlul Kitab adalah sahur." Beliau juga menyatakan, "Selalu bersahurlah karena ada keberkahan," dan menyebutkan keberkahan dalam berjamaah, tsarid, dan sahur.


Kata "jamaah" dalam hadits tersebut merujuk pada semua amal shalih yang dikerjakan bersama, karena Allah akan memberikan pertolongan kepada orang yang berjamaah. Tsarid adalah roti dengan kuah daging yang lezat.


Sayyidina Abdullah bin Harits Radhiyallahu 'anhu meriwayatkan, ketika beliau melihat Nabi makan sahur, beliau bersabda, "Ini perkara penuh berkah, jangan tinggalkan." Bahkan jika tidak ada makanan, bersahurlah dengan sebiji kurma atau seteguk air.


Kesederhanaan sangat penting dalam sahur. Jangan makan terlalu sedikit hingga melemahkan ibadah, maupun terlalu banyak hingga tidak nyaman. Banyak hadits melarang makan berlebihan dan menyarankan kesederhanaan.


Hafizh Ibnu Hajar dalam Syarah Shahih Bukhari menyebutkan beberapa alasan keberkahan sahur, di antaranya menjalankan sunnah Nabi, membedakan diri dari Ahlul Kitab, menambah kekuatan, dan melapangkan hati beribadah.


Alasan lain adalah membantu menghilangkan kemarahan akibat lapar, saat yang baik untuk menolong fakir miskin, doa dikabulkan, serta mendapatkan taufik untuk berdoa dan berdzikir, termasuk berbagai keutamaan lainnya.


Syaikh Ibnu Daqiq Al'ied menyebutkan bahwa sebagian ahli tasawwuf pernah membahas apakah sahur bertentangan dengan tujuan puasa. Yang benar adalah jika makan secukupnya, tujuan puasa tetap tercapai.


Setiap orang memiliki kondisi dan kemampuan berbeda, demikian juga pekerjaan dan kesibukannya. Pada dasarnya sahur dan berbuka harus diperhatikan porsinya, namun disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.


Contohnya bagi pelajar yang sibuk mencari ilmu agama, makan terlalu sedikit bisa mengganggu aktivitas mereka. Begitu pula bagi ahli dzikir dan orang yang sibuk dengan kerja agama, jangan sampai kekurangan makan membuat mereka lemah.

Referensi Kitab

  • At-Targhib wa At-Tarhib (H.R. Thabarani, Ibnu Hibban)
  • Syarah Shahih Bukhari (Allamah 'Aini, Hafizh Ibnu Hajar)
  • Al-Kasysyaf (Syaikh Az-Zamakhsyari)
  • Mirqat al-Mafatih
  • Al-Iqna' fi 'Ilm al-Rijal (Syaikh Ibnu Daqiq Al'ied)


Poin Penting Keutamaan Sahur

  1. Mendapat rahmat dari Allah dan doa malaikat
  2. Menjalankan sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam
  3. Membedakan puasa umat Islam dengan Ahlul Kitab
  4. Menambah kekuatan dan kelapangan hati dalam beribadah
  5. Menghilangkan kemarahan akibat lapar
  6. Saat yang baik untuk menolong fakir miskin
  7. Doa pada waktu sahur mudah dikabulkan
  8. Mendapat taufik untuk berdoa dan berdzikir
  9. Makan secukupnya tidak bertentangan dengan tujuan puasa
  10. Boleh disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing
×
Berita Terbaru Update