Gorontalo - Langkah-langkah kaki berpadu di pematang sawah Desa Desa Bulotalangi pagi itu. Di bawah mentari yang mulai meninggi, Babinsa Koramil 1304-04/Tapa Sertu Nasrullah tak ragu menyingsingkan lengan, turun langsung ke sawah. Seragam loreng bercampur lumpur menjadi pemandangan yang biasa namun sarat makna: TNI kembali hadir di tengah masyarakat, kali ini membantu petani menanam padi gogo, Jumat (30/01/26).
Lahan seluas satu hektar bersama, anggota Kelompok Tani Tekad Makmur 1, menjadi lokasi kegiatan tanam padi gogo. Bersama masyarakat dan Penyuluh dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), suasana pun berubah menjadi ladang gotong royong dan semangat kebersamaan.
Menurut keterangan Babinsa Sertu Nasrullah, keterlibatan Babinsa dalam sektor pertanian bukan sekadar seremonial. Mereka aktif mendampingi petani sejak awal musim tanam hingga masa panen.
“Mulai dari penyemaian benih, pengolahan lahan, penanaman, pemupukan hingga perawatan, kami selalu berusaha hadir. Ini adalah bentuk nyata dukungan TNI terhadap ketahanan pangan nasional,” ujar Sertu Nasrullah.
Ia menegaskan, kegiatan ini bukan hanya mempercepat proses tanam dan meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Bagi petani seperti Bapak Zulkifli kehadiran Babinsa bukan hanya bantuan tenaga, tapi juga penyemangat moral. "Kami sangat bersyukur. Babinsa selalu ada untuk kami, warga kecil. Mereka bukan hanya membantu, tapi juga menguatkan kami agar terus semangat dalam bertani," ucapnya dengan mata berbinar.
Lebih dari sekadar menanam padi, kegiatan ini mencerminkan sinergi antara aparat teritorial dan masyarakat desa. Babinsa menjadi motor penggerak swasembada pangan, memastikan lahan-lahan pertanian tetap produktif dan petani tidak berjalan sendiri.
“Babinsa adalah penghubung antara rakyat dan negara. Mereka hadir bukan hanya sebagai penjaga wilayah, tetapi juga mitra dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Sertu Nasrullah.
Di tengah tantangan dunia pertanian, pemandangan seragam loreng di tengah sawah menjadi simbol bahwa harapan masih tumbuh di ladang-ladang negeri ini harapan yang dipupuk bersama antara petani dan TNI.
