POHUWATO - Komandan Korem (Danrem) 133/Nani Wartabone, Brigjen TNI Hardo Sihotang, memimpin rapat koordinasi (Rakor) strategis mengenai program perluasan areal tanam melalui Cetak Sawah dan optimalisasi Sistem Irigasi di wilayah Kabupaten Pohuwato, Senin (05/01/2026).
Rapat yang digelar di Makodim 1313/Pohuwato ini dihadiri oleh Kasi Intel Kasrem 133/NW Kolonel Kav Erwandarno, Kasiter Kasrem 133/NW Kolonel Kav Eko Julianto Ramadan M.Tr.(Han)., Dandim 1313/Pohuwato Letkol Arm Fiad Swandana, Kadis Pertanian Pohuwato Kamri Alwi, Tim SID Jefri Debads S.P., Transmigrasi Kab. Pohuwato Risang S.E.,M.M., Kepala Seksi Op BWS II Isnaen Muhidin ST.,MT., Pasi Ops Kodim 1313/Pohuwato Letda Inf Jemmy Warokka, kepala KPBJ kec. Randangan Atto, Para Kepala Desa Se-Kecamatan Patilangio dan Para Kepala Desa Se-Kecamatan Randangan. Pertemuan ini merupakan langkah konkret TNI AD dalam mendukung kedaulatan pangan nasional, khususnya di wilayah Provinsi Gorontalo.
Dalam penyampaiannya, Danrem 133/NW menegaskan bahwa program Cetak Sawah di Kabupaten Pohuwato merupakan salah satu prioritas nasional yang harus diselesaikan tepat waktu dan tepat sasaran.
"Pohuwato memiliki potensi lahan yang sangat luas. Dengan program Cetak Sawah ini, kita tidak hanya membuka lahan baru, tetapi juga membuka peluang kesejahteraan bagi petani lokal. TNI akan terus mendampingi mulai dari pembukaan lahan hingga masa tanam tiba," tegas Danrem.
Lebih lanjut, Danrem menekankan bahwa keberhasilan Cetak Sawah harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur irigasi. Tanpa aliran air yang stabil, lahan sawah baru tidak akan mampu berproduksi secara maksimal.
Beberapa poin utama yang dibahas terkait irigasi meliputi Normalisasi Saluran untuk Memastikan saluran irigasi primer dan sekunder bebas dari pendangkalan, Pembangunan Saluran Tersier untuk Memastikan air sampai langsung ke petak-petak sawah baru dan Pompanisasi Solusi untuk lahan-lahan yang berada di atas elevasi saluran air utama.
"Irigasi adalah jantung dari pertanian. Kami berkoordinasi dengan dinas terkait agar pembangunan fisik irigasi berjalan simultan dengan pembukaan lahan (Cetak Sawah), sehingga begitu lahan siap, air pun sudah tersedia," ujar Brigjen TNI Hardo Sihotang.
Danrem juga mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara jajaran Babinsa di lapangan dengan para petugas penyuluh lapangan (PPL) serta pemerintah daerah. Sinergi ini dianggap krusial untuk mengatasi kendala teknis di lapangan, seperti masalah status lahan maupun kendala geografis.

