-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kodim 1314/Gorut, Pemda, dan Satradar Bersinergi Padamkan Kebakaran Lahan

Kamis, 08 Oktober 2026 | Oktober 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-08T07:25:44Z



GORONTALO UTARA — Kodim 1314/Gorontalo Utara bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo Utara dan personel Satradar 207/KWD bersinergi menangani kebakaran lahan yang terjadi di sekitar Kompleks Satradar 207/KWD, Desa Huidumelito, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara.


Kebakaran yang terjadi sejak Selasa (6/10/2026) tersebut menghanguskan sekitar 10 hektare lahan. Tidak terdapat korban jiwa maupun personel yang mengalami kerugian akibat kejadian tersebut.


Berdasarkan informasi awal di lapangan, kebakaran diduga bermula setelah sebuah pohon kemiri tumbang dan mengenai kabel listrik telanjang di sekitar lokasi. Kondisi tersebut diduga menimbulkan percikan api yang kemudian memicu kebakaran.


Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 13.30 WITA setelah seorang warga yang melintas di sekitar lokasi melihat api dan melaporkannya kepada Pos Penjagaan Satradar 207/KWD.


Personel Satradar kemudian melakukan upaya awal pemadaman. Seiring kondisi api yang meluas, pihak Satradar berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo Utara dan Kodim 1314/Gorontalo Utara untuk mendapatkan dukungan pemadaman.


Pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 16.15 WITA, kendaraan pemadam dari unsur Kodim 1314/Gorontalo Utara tiba di lokasi dan langsung melaksanakan pemadaman. Upaya tersebut dilakukan bersama personel Satradar dan masyarakat setempat.


Sebanyak 51 personel terlibat dalam penanganan kebakaran, terdiri atas enam personel TNI AD, 35 personel TNI AU, dan 10 masyarakat. Selain itu, dua unit kendaraan pemadam dikerahkan untuk mendukung proses pemadaman.


Upaya pemadaman berlangsung hingga sore hari. Kendaraan pemadam dari Kodim 1314/Gorontalo Utara kemudian kembali ke Makodim sekitar pukul 18.00 WITA setelah melaksanakan penanganan di lokasi.


Namun, kondisi medan menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Sebagian lokasi kebakaran berada di tepi jurang dengan medan yang cukup terjal sehingga terdapat area yang sulit dijangkau petugas.


Kondisi angin yang cukup kencang juga diduga turut mempercepat penyebaran api ke area lahan di sekitar lokasi.


Hingga laporan ini disusun, personel Satradar 207/KWD masih disiagakan di home base untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api maupun kemungkinan meluasnya kebakaran.


Penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan informasi awal, api diduga berasal dari percikan akibat kabel listrik telanjang yang terkena pohon kemiri tumbang di sekitar lokasi.


×
Berita Terbaru Update