BONE BOLANGO – Kepedulian dan kesigapan Babinsa Koramil 1304-04/Tapa , Kodim 1304/Gorontalo, Serka Haris Lahabu kembali ditunjukkan dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah binaan. Babinsa Desa Ayula Utara , bersama tim pemadam kebakaran dan masyarakat bergerak cepat melakukan monitoring sekaligus pemadaman Karhutla yang terjadi di kawasan perkebunan pohon Jati milik masyarakat, Desa Ayula Utara , Kecamatan Bulango Selatan, Kamis (03/9/2026).
Kebakaran menghanguskan lahan masyarakat dengan luas diperkirakan mencapai ±1/2 hektare. Setibanya di lokasi, Babinsa bersama tim Damkar langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas ke area perkebunan dan lahan masyarakat di sekitarnya.
Dalam pelaksanaan pemadaman, Babinsa bersinergi bersama 5 personel Damkar Bone Bolango dan 10 warga masyarakat, dengan dukungan satu unit kendaraan pemadam kebakaran. Sinergi tersebut menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian bersama dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Babinsa Desa Ayula Utara, Serka Haris Lahabu, turut memantau perkembangan situasi di lapangan sekaligus memastikan proses pemadaman berjalan aman dan terkendali. Upaya dilakukan secara berkelanjutan hingga titik-titik api dapat dikendalikan dan tidak menjalar ke wilayah lainnya.
Sementara itu, penyebab terjadinya kebakaran bermula dari pembakaran sampah oleh masyarakat yg belum di ketahui identitasnya dan masih dalam penyelidikan. Babinsa terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi guna mengantisipasi munculnya kembali titik api setelah proses pemadaman.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat dalam penanganan Karhutla merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk selalu hadir membantu masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah binaan.
Melalui respons cepat dan kerja sama seluruh unsur di lapangan, penanganan Karhutla di Desa Lamhu dapat dilaksanakan dengan baik. Semangat pantang menyerah, gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi kekuatan bersama dalam mencegah Karhutla agar tidak semakin meluas.
