Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Al-Bayan, Desa Datahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Jumat, 17 Juli 2026. Sejumlah Ahbab dari berbagai halaqah di Kabupaten Gorontalo menghadiri Bayan Subuh yang disampaikan Ustadz Ismail Nabutu, akrab disapa Ustadz Romi.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Romi mengajak seluruh Ahbab menjadikan dakwah sebagai tujuan hidup. Menurutnya, meninggalkan usaha dakwah akan menyebabkan agama semakin asing, sementara kemaksiatan justru dianggap sesuatu yang biasa.
Ia menegaskan, ulama selalu mengingatkan bahwa kerusakan umat bukan semata kesalahan pelaku maksiat. Kesalahan terbesar justru berada pada mereka yang memahami agama, tetapi enggan menyampaikan dakwah kepada masyarakat.
Menurutnya, apabila agama terus dihidupkan melalui usaha dakwah, Allah akan memunculkan para pejuang agama dari berbagai penjuru dunia. Sebaliknya, ketika dakwah ditinggalkan, penentang agama akan semakin banyak bermunculan.
Ustadz Romi mengingatkan agar setiap Ahbab menjadi pelaku aktif dalam usaha dakwah, bukan sekadar penonton. Ia mengajak jamaah menjaga nisab dengan istiqamah khuruj tiga hari setiap bulan, 40 hari setiap tahun, hingga empat bulan di jalan Allah.
Ia menjelaskan bahwa pengorbanan waktu di jalan dakwah bukan sekadar perjalanan fisik. Khuruj merupakan latihan memperbaiki iman, memperkuat keyakinan kepada janji Allah, serta membiasakan hidup mengutamakan kepentingan akhirat.
Mengutip kandungan Al-Qur'an, Ustadz Romi menyampaikan bahwa predikat khaira ummah diberikan kepada umat yang mengajak kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, dan beriman kepada Allah dengan sebenar-benarnya.
Menurutnya, ibadah seperti salat, puasa, sedekah, dan haji merupakan amal mulia. Namun, seorang muslim juga perlu memiliki semangat menghidupkan dakwah agar manfaat agama dirasakan keluarga, tetangga, dan seluruh umat.
Ia mengingatkan pentingnya membimbing keluarga menuju ketaatan. Kelak di akhirat, setiap kepala keluarga akan dimintai pertanggungjawaban atas usaha mengajak istri, anak, dan orang-orang terdekat kepada agama Allah.
Dalam bayan tersebut, Ustadz Romi juga mengingatkan bahwa harta, jabatan, dan kedudukan hanyalah ujian. Kemuliaan seseorang di sisi Allah tidak ditentukan oleh kekayaan, melainkan oleh iman, keikhlasan, dan amalnya.
Ia menegaskan bahwa orang yang tampak sederhana tetapi istiqamah memperjuangkan agama sejatinya adalah orang kaya. Kekayaan hakiki bukanlah banyaknya harta, melainkan hati yang dipenuhi iman dan rasa cukup.
Ustadz Romi mengajak Ahbab agar tidak terpesona oleh kehidupan dunia yang bersifat sementara. Dunia hanyalah tempat singgah, sedangkan kehidupan akhirat merupakan tujuan yang kekal dan harus dipersiapkan sejak sekarang.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghadiri iktikaf malam Jumat, musyawarah, taklim, dan berbagai majelis dakwah. Menurutnya, suasana tersebut menjadi sarana menjaga semangat istiqamah dalam usaha Nabi Muhammad SAW.
Dalam kesempatan itu, Ustadz Romi menegaskan bahwa Allah telah menjanjikan pertolongan kepada siapa saja yang menolong agama-Nya. Keraguan terhadap janji Allah menjadi salah satu penyebab seseorang enggan meluangkan waktu untuk berdakwah.
Ia mengajak seluruh Ahbab memperbanyak doa agar Allah menjaga hidayah dan tidak mencabut semangat dakwah dari hati. Doa tersebut diharapkan memudahkan setiap muslim memenuhi nisab tiga hari, 40 hari, hingga empat bulan.
Menutup Bayan Subuh, Ustadz Romi mengingatkan bahwa seluruh harta, rumah, kendaraan, dan jabatan akan ditinggalkan. Amal dakwah, pengorbanan di jalan Allah, serta kalimat Laa ilaha illallah yang diucapkan saat husnul khatimah menjadi bekal terbaik menuju kehidupan akhirat yang abadi.

