Gorontalo,
14 April 2026 –
Kehadiran Kasrem 133 Nani Wartabone Kolonel Inf. Parsaoran Sirait, S.A.P., M.M.
mewarnai pelaksanaan Musrenbang RKPD 2027 di Hulonthalo Ballroom. Agenda
dimulai sejak pukul 08.00 Wita dengan penekanan pada sinkronisasi kebijakan
pembangunan. Di sisi lain, peserta terdiri dari unsur pemerintah pusat dan
daerah. Oleh karena itu, forum menjadi ruang strategis dalam menentukan
prioritas program.
Rangkaian
kegiatan dimulai dengan pembukaan resmi, kemudian lagu Indonesia Raya dan
laporan pelaksanaan Musrenbang. Selanjutnya, peserta menerima paparan arah
pembangunan tahun 2027. Di sisi lain, suasana forum tetap kondusif dengan
partisipasi aktif. Oleh karena itu, kegiatan berjalan terarah hingga memasuki
inti pembahasan.
Dalam
sambutannya, Gubernur Gorontalo Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, M.M. menekankan
pentingnya menjaga stabilitas daerah. Ia menyebut pelayanan dasar sebagai fokus
utama pembangunan. Di sisi lain, arah kebijakan harus realistis dan tepat
sasaran. Oleh karena itu, kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas.
Forum
Musrenbang berperan sebagai tahapan penting dalam akselerasi pembangunan. Kerja
sama antara pemerintah daerah dan pusat menjadi faktor penentu keberhasilan. Di
sisi lain, keseimbangan program dengan kebutuhan masyarakat sangat diperlukan.
Oleh sebab itu, perencanaan harus disusun secara matang.
Pada sesi
berikutnya, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S. menjelaskan kebijakan RKP 2027.
Ia menekankan dinamika global yang penuh tantangan. Di sisi lain, komitmen
pembangunan harus tetap kuat. Oleh karena itu, kesiapan daerah menjadi
perhatian utama.
Target
pertumbuhan ekonomi menuju delapan persen pada tahun 2029 menjadi fokus utama.
Peningkatan produktivitas dan investasi menjadi prioritas. Di sisi lain, sektor
industri dan pertanian menjadi andalan daerah. Oleh karena itu, pengembangan
sektor tersebut terus didorong.
Hilirisasi
sektor pangan dan hortikultura menjadi fokus pengembangan daerah. Langkah ini
bertujuan meningkatkan nilai ekonomi hasil produksi. Di sisi lain, pembangunan
infrastruktur menjadi faktor penting. Oleh karena itu, keseimbangan sektor
tetap dijaga.
Kegiatan
ditutup pada pukul 11.30 Wita dengan situasi aman dan tertib. Hasil Musrenbang
menunjukkan arah kebijakan yang lebih jelas. Di sisi lain, implementasi program
menjadi harapan bersama. Oleh karena itu, kerja sama seluruh pihak sangat
diperlukan.

