Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gerak Cepat Babinsa Koramil 1315-02 Limboto Tangani Kasus Gantung Diri Di Kelurahan Hunggaluwa Kecamatan Limboto

Sabtu, 11 April 2026 | April 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-11T11:19:36Z

 

Gorontalo, 11 April 2026 – Respons cepat ditunjukkan Babinsa Koramil 1315-02/Limboto, Sertu Ramansya, yang langsung menuju lokasi setelah menerima laporan adanya warga gantung diri. Kejadian berlangsung sekitar pukul 14.40 Wita di Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Sementara itu, warga sekitar mulai berdatangan karena rasa penasaran terhadap kejadian tersebut. Dengan langkah sigap aparat, kondisi lokasi tetap terjaga aman serta tidak menimbulkan kepanikan.

 

Korban bernama Tahir Miungo berusia 69 tahun dengan pekerjaan sebagai tukang kayu dan tinggal di Kelurahan Hunggaluwa. Menurut keluarga, korban telah lama mengalami stroke ringan yang memengaruhi kondisi fisiknya. Di sisi lain, keterbatasan aktivitas membuat kondisi mental korban turut terpengaruh. Oleh sebab itu, dugaan sementara mengarah pada faktor depresi akibat penyakit yang diderita.

 

Awal kejadian diketahui oleh anak korban yang datang ke rumah untuk keperluan mengambil alat parut ubi. Namun demikian, tidak ada jawaban saat korban dipanggil sehingga menimbulkan rasa khawatir. Selanjutnya, saksi masuk ke dalam rumah dan mendapati suasana yang sunyi tanpa aktivitas. Pada akhirnya, korban ditemukan telah tergantung di pintu kamar oleh saksi.

 

Setelah melihat kejadian tersebut, saksi langsung memanggil warga sekitar untuk meminta bantuan. Warga pun berdatangan dan mencoba melihat kondisi di lokasi kejadian. Sementara itu, suasana berubah tegang karena kejadian terjadi secara mendadak. Dengan sigap, aparat mengendalikan situasi agar tetap aman dan kondusif.

 

Koordinasi antara Babinsa dan pihak kepolisian dilakukan untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. Tim medis kemudian melakukan pemeriksaan guna memastikan kondisi korban. Di sisi lain, hasil visum luar memperlihatkan tidak adanya tanda kekerasan. Dengan demikian, kejadian tersebut dinyatakan sebagai gantung diri murni.

 

Dugaan sementara mengarah pada faktor depresi yang dialami korban selama sakit. Namun demikian, aparat tetap melakukan pengecekan untuk memastikan kebenaran informasi. Selanjutnya, kerja sama dilakukan antara semua pihak terkait. Dengan demikian, penanganan berlangsung secara sistematis dan terpadu.

 

Keluarga korban menerima peristiwa tersebut sebagai takdir. Di sisi lain, keluarga tidak menghendaki adanya tindakan autopsi. Aparat menghargai keputusan tersebut sebagai bentuk kesepakatan bersama. Oleh karena itu, seluruh proses berjalan dengan aman dan tertib.

 

Peran Babinsa dalam kejadian ini menjadi bukti nyata kehadiran aparat di tengah masyarakat. Selain itu, koordinasi dengan warga membantu menjaga kondisi tetap aman. Sementara itu, situasi sosial dapat dikendalikan melalui kerja sama yang baik. Dengan demikian, rasa aman dan kepercayaan masyarakat tetap terpelihara.


×
Berita Terbaru Update