Gorontalo, 15 Mei 2026 – Luapan Sungai Hungayo
terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Batudaa sejak siang
hari hingga sore. Di sisi lain, sampah dan kayu yang terbawa arus sungai
tersangkut pada jembatan sehingga memperburuk kondisi banjir. Beberapa area
permukiman warga Desa Barakati akhirnya terdampak genangan air akibat luapan
sungai tersebut.
Tanggul penahan air pada sekitar aliran Sungai Hungayo
mengalami kerusakan setelah tekanan debit air semakin besar. Kemudian, satu
jembatan kecil terputus dan air mulai meluap menuju area jalan serta permukiman
masyarakat. Situasi tersebut membuat warga sekitar segera melakukan langkah
antisipasi secara bersama-sama.
Babinsa Koramil 1315-03/Tabongo terlihat aktif membantu
masyarakat sejak awal banjir melanda Desa Barakati dan sekitarnya. Di samping
itu, koordinasi bersama kepolisian, BNPB, dan BWS Provinsi Gorontalo terus
dilakukan selama penanganan berlangsung. Sinergi lintas instansi tersebut
menjadi langkah penting dalam mempercepat proses penanganan banjir.
Masyarakat Desa Barakati bersama aparat pemerintah terlihat
aktif membantu proses penanganan banjir pada wilayah terdampak. Kemudian,
pembersihan material kayu dan sampah terus dilakukan agar aliran Sungai Hungayo
kembali normal. Kebersamaan antara warga dan aparat menjadi kekuatan utama
selama proses penanganan banjir berlangsung.
Sejumlah rumah warga Desa Barakati sempat terendam banjir
setelah air Sungai Hungayo meluap ke area permukiman masyarakat. Selain
menggenangi rumah warga, air juga menutup akses jalan sepanjang sekitar 30
meter pada wilayah tersebut. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa dan warga
masih dapat mengamankan kebutuhan penting dari dalam rumah.
Debit air Sungai Hungayo perlahan turun setelah intensitas
hujan mulai reda pada wilayah Kecamatan Batudaa dan sekitarnya. Kemudian,
aktivitas masyarakat kembali berjalan normal setelah air tidak lagi menutupi
badan jalan desa. Pembersihan lingkungan terus dilakukan guna menghilangkan
sampah dan lumpur yang terbawa arus banjir.
Kondisi wilayah Desa Barakati saat ini mulai terkendali
setelah proses penanganan banjir berlangsung secara bersama-sama. Selain itu,
masyarakat tetap menjaga kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang
sewaktu-waktu dapat memicu luapan sungai. Sinergi antara Babinsa, pemerintah
desa, dan warga menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan wilayah terdampak
banjir.
