KWANDANG - Nonawaty Usman, S.Pd., guru dari SDN 1 Anggrek, turut hadir dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026. Kegiatan ini dipusatkan secara khidmat di halaman Kantor Bupati Gorontalo Utara, Senin (04/05/2026).
Kehadiran para pendidik dalam upacara ini memberikan warna tersendiri bagi suasana perayaan di kompleks perkantoran Blok Plan. Nonawaty bersama rekan sejawat tampil anggun mengenakan pakaian adat Nusantara dengan warna terakota yang sangat kontras dengan hijaunya rumput.
Busana yang dikenakan para guru tersebut memiliki detail bordir motif bunga berwarna emas pada bagian dada dan pinggang. Aksen jahitan geometris putih pada manset lengan menambah kesan elegan dan profesional pada seragam daerah yang mereka kenakan.
Di sela kegiatan, Nonawaty Usman mengungkapkan rasa bangga atas pelaksanaan upacara yang memadukan unsur formalitas dan identitas budaya lokal tersebut. Penggunaan pakaian adat menurutnya memberikan makna mendalam pada peringatan hari besar bagi insan pendidikan.
"Kehadiran kami dengan pakaian adat ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kebanggaan atas identitas daerah dalam memajukan pendidikan," ujar Nonawaty. Ia menambahkan bahwa momentum ini sangat penting untuk mempererat silaturahmi antar guru di Gorontalo Utara.
Wakil Bupati Gorontalo Utara, Nurjana Hasan Yusuf, bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Nurjana menekankan pentingnya sinergi semesta guna mewujudkan akses pendidikan bermutu bagi semua lapisan masyarakat Indonesia.
Dalam pidato yang dibacakan, pemerintah menyoroti program prioritas Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) untuk meningkatkan kualitas di dalam kelas. Program ini didukung oleh revitalisasi ribuan sekolah dan percepatan digitalisasi melalui penyediaan papan interaktif secara masif.
Selain sarana fisik, pemerintah fokus pada peningkatan kompetensi serta kesejahteraan guru melalui pemberian beasiswa kualifikasi dan tunjangan sertifikasi. Hal ini bertujuan agar para guru dapat fokus mendidik sebagai teladan dan agen perubahan peradaban.
Peringatan Hardiknas 2026 ini juga mengedepankan penguatan karakter melalui budaya sekolah yang aman, sehat, risiko rendah, dan indah. Program makan bergizi gratis serta pengaktifan kegiatan Pramuka menjadi instrumen penting dalam membentuk kedisiplinan generasi muda.
Kehadiran tokoh pendidikan seperti Nonawaty Usman dalam upacara ini menjadi simbol komitmen nyata pengabdian guru di wilayah Kabupaten Gorontalo Utara. Semangat kebersamaan tersebut diharapkan mampu mendorong transformasi pendidikan menuju Indonesia yang lebih maju dan bermartabat.
